
Gita Karmelita
Setahun yang lalu saya customer visit ke kota Garut, tentunya dalam rangka tugas kantor. Kota kecil ini adalah kota kelahiranku 45 tahun yang silam. Selesai melakukan melakukan aktivitas pekerjaan sesuai rencana, saya sempatkan diri untuk pergi dan berdoa di pusara Kakek dan Nenek tercinta di Pemakaman Umum Pasir Pogor. Saya arah kan mobil itu menuju arah pusat kota, yang biasa disebut dengan Pengkolan.
Sebelum menuju pengkolan saya sempat berhenti dan melihat-lihat rumah dimana kami dulu tinggal, yaitu di jalan cimanuk yang berpotongan dengan jalan panji wulung, dengan radius dari pusat kota sekitar 100 meter. Saya juga sempatkan bertemu dan Ibu Itjeu dan Teh Renny yang dulu merupakan tetangga dan guru pada saat kakak-kakak ku study disana.
Perjalanan saya lanjutkan kearah rumah bersalin tempat saya dilahirkan, milik Korem 062 Taruman Nagara, namanya klinik bersalain kartini yang terletak di jl. ciledug. Ternyata rumah bersalin tersebut sudah tidak nampak dan baru diruntuhkan saya tidak tahu mau didirikan apa diatas lahan bekas rumah bersalin tersebut, yang memiliki luas antara 700-1.000 meter persegi tesebut. Menurut warga sekitar aktivitas persalinan di pindahkan ke Rumah Sakit Tentara Talun (RST). Dalam benakku berkata, mungkin ini yang dulu suka disebut ibuku dengan sebutan DKT (Dinas Kesehatan Tentara). Didaerah Talun inilah markas Korem 062, berdiri dan merupakan satu kompleks terpadu, yaitu perumahan perwira dan juga Rumah Sakit, Sekarang namanya Jl. Bharata Yudha. Berapa puluh tahun lalu letaknya sangat dipinggir kota dan terasa jauh, tetapi sekarang hanya sekitar 1-2 km dari radius pusat kota yang terletak di Alun-alun.
Saya putarkan mobil dan parkir dipinggir, saya lihat Markas Korem 062, seraya berkata dalam hati, disinilah dulu Almarhum Ayahku berkarya dan ditempat inilah pula ayahku juga terkena fitnah yang teramat keji dan hampir menghancurkan karir militernya. Saya mengingat suasana markas tersebut karena pada suatu hari saya, pernah dibawa oleh ayahku berjalan ke Markas ini. Waktu itu saya hanya pengen tau yang namanya senjata artileri cannon yang ada di markas ini, karena cerita almarhum. Saya haru dan mengucap doa untuk Almarhum ayahku tercinta, saat itu.
Depan Markas Korem 062 ada persimpangan jalan namanya jalan bharata juda dan jalan karacak. Tepat disebuah hook persimpangan tersebut ada rumah kuno memanjang yang satu menghadap markas Korem dan yang satu bagian muka lagi masul ke jalan karacak. Disitu ada billboard Ugy Salon dan sebuah bengkel motor Honda AHHAS. Saat itu bengkel tersebut sedang beres2 karena waktu sudah pukul 17:00 tetapi Ugy Salon masih rame dikunjungi para tamu langganan. Pemilknya adalah Kang ugy, beliau adalah akhli perawatan dan kecantikan dan alumni IPB Bogor. Konon salon ini cukup punya naman juga di kota garut dan bahkan menangani orang orang ternama dikota ini bahkan sudah mulai merebah ke kota Bandung juga.
Naluri saya rasa nya ada yang lain dari ketika mobil ku diparkir. Ternyata secara tidak sadar mobil saya diparkir di depan sebuah bengkel AHHAS tadi yang tiada lain adalah rumahnya milik Teh Ella, temannya Teh Yani saat saya sama seorang pegawai bengkel tersebut. Ternyata pegai bengkel itupun tiada lain ternyata kakak nya Teh Ella sendiri. Saya memang sudah bilang sama Teh Yani, beberapa hari sebelumnya saat mau ke Garut dan diantaranya saya juga ngobrol tentang teman-temannya saat sekolah di SMA. Salah satu yang di bicarakan waktu itu juga Teh Ella. Sayapun masih ingat dan terbayang sama Teh Ella, walaupun saat itu mungkin saya sekitar kelas 1-2 SD.




Alhamdulillah, pada hari ini, tanggal, 5 February 2009, Aki Asgar, berulang tahun yang ke-62. Kami semua mengucapkan selamat berbahagia buat Kel. Aki Asgar.



















