Pini Sepuh

Aki Anung Memasuki Usia Pensiun

Mang Anung, Nenek & Bi Nini

Mang Anung, Nenek & Bi Nini

Alhamdulillah, tepat pada tanggal, 1 Juni 2008, Aki Anung telah memasuki usia pensiun pada usia 65 tahun, dari Institusi Pendidikan yang dulu kita kenal dengan nama IKIP dan kini sudah berubah nama menjadi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) – Bandung. Menyusul sebelumnya Bi Niniek juga menjalani pensiun dari Institusi Pendidikan yang sama.

Sangat panjang perjalanan karir Aki Anung, dalam dunia pendidikan. Dimulai sejak menjadi mahasiswa IKIP, FKIE (FMIPA), Jurusan Matematika, Angkatan 1962-1963 dan Lulus Sarjana Muda (BA), pada tanggal 1 Desember 1965. Sejak 1 Juni 1966, Aki Anung, memulai karir dalam dunia pendidikan dengan menjadi Asisten Dosen, dosen di IKIP, Jurusan Matematika, UPI, sambil mengajar di SMP dan SMA, Negeri maupun Swasta, di Kota Bandung. Menyelesaikan kuliah program S1 dan Lulus serta wisuda bersama dengan Almarhumah Tante Enung dan Almarhum Oom Syamsuddin. Ketiganya adalah orang-orang eksak yang sama-sama mengabdi dalam dunia pendidikan. Almarhum dan Almarhumah adalah orang kimia yang mengabdi di IKIP Ujungpandang, dan keduanya menghembuskan nafas terakhir disana. Tentu bukan perjalanan yang mudah berkarir dalam satu bidang selama 42 tahun. Jelas Aki Anung telah merasakan pahit manisnya berkarir dalam dunia pendidikan dan segudang ilmu dan pengalaman telah didapatkan Aki Anung dalam dunia ini.

Selesai menjalani usia pensiun Alhamdulillah Aki Anung juga telah memberikan warisan yang sangat berharga bagi kedua putrinya yaitu ilmu. Tante Anne, setelah menyelesaikan studi nya di Jurusan Management, Universitas Pasundan, kini telah berkaris di instansi swasta, PT. URC, di Jakarta. Begitupula dengan Tante Inna setelah menyelesaikan studinya di jurusan Instrumentasi, Universitas Padjadjaran sudah berkarir di BTPN sebuah institusi perbankan, di kota Bandung. Satu tahap telah aki Anung lalui dalam memasuki pensiun ini, yaitu memberi bekal ilmu kepada kedua putrinya dan telah menjadikan mereka mampu untuk berdiri sendiri.

Kini hanya tinggal Aki Anung, dari garis keturunan Almarhum Aki yang masih hidup. Sebelumnya telah mendahului kita semuanya yaitu Aki Aa (Ara Suhara), seorang guru di SMAN 1 – Kabupaten Ciamis dan Nenek Aning (Sukabumi). Jauh sebelumnya adik-adik Almarhum Aki, telah mendahului yaitu Rukmini dan Gaos di kota Garut, Almarhum Aki itu adalah putra pertama dari Alm. Mochammad Pakih dan Nini Iyoh, di Garut, kedua nama tersebut adalah Uyut kalian.

Seperti pesan Aki Asagar pada saat berdoa di makam Aki pada saat Lebaran yang baru lalu, kakang mengingatkan kita dalam kata yang sangat sederhana namun sarat arti secara philosophic: “Kita harus sayang kepada orang tua kita sebab tanpa orang tua kita beserta pendahulunya, kita semua tidak bakalan ada”. Secara hirarki dari garis Almarhum Aki kini hanya tinggal Aki Anung, sebagai orang yang dituakan atau Pini Sepuh { hapunten ahh…………..bahasa Irdaw namah Karuhun :-) ) }, sudah selayaknya kita menghormati Aki Anung. Kita juga semua harus bangga punya Aki yang begitu, hebat, lurus teguh pada komitmen pada pendirian dan keputusan. Kenapa bangga, berapa murid dan sarjana yang dilahirkan oleh Aki Anung selama menjalani Karir pada dunia pendidikan.

Selamat menjalankan pensiun buat Aki Anung, kami semua anak cucu dan mantu keluarga besar Alm. Hidajat, bangga atas segala prestasi nyata yang telah Aki raih. Sebagai seorang guru, pensiun itu hanya dari jabatan tetapi proses belajar dan mengajar itu tidak akan pernah berhenti. Semoga dalam Forum dan Weblog yang sederhana ini dapat dijadikan forum oleh aki untuk berbagi (sharing), pengalaman dan pengetahuan. Begitupun Kita anak cucunya, mumpung masih ada Aki Anung, silahkan bertanya pada Narasumber kita yang yang satu ini dan hanya satu-satunya yang masih hidup dari garis keturunan Almarhum Aki. Saya yakin Aki Anung akan terbuka dan jujur dalam membimbing kita. (Mangga Aki ayeunamah tos tiasa Aki nyerat, di forum ieu, De Ina dan Teh Inna bantuan Bapak, bikinkan e-mail address, biar naskah nya tiasa dikintun by e-mail), bayu akan tulis dan akan ditampilkan setelah di edit oleh Ida, Tolong kritik dan sarannya untuk tulisan spontan ini, hapunten teh anne, bayu teu gaduh dokumen foto teh anne, kalo ada foto format JPG kirimkan aja by e-mail).

Saat Ultah Nenek ke 82

Saat Ultah Nenek ke 82

Responses

  1. aduh….!!! kang bayu foto Ina jangan yang itu atuh meni terlihat sangat rewog absolut… foto keluarga kita yang paling baru Insya Allah akan dikirim by email..

    hatur nuhun tos nyerat perkawis bapa… ngahaturkeun rebu nuhun ka Ua Istri sareng Ua Pameget pami bapa teu dirorok ti alit dugi ka disakolakeun ku Ua mah tangtos moal tiasa sapertos ayeuna…. mugia sadaya kasaean ua sareng kulawargi diridhai oleh Allah SWT (maap bahasanya pabeulit)

  2. Kaliru Jang, usia pernikahan kami, 33 tahun; kan si Teteh ge lahir 1976…..
    Tapi, nuhun dipintonkeun, he3h….. Nu sanes oge atuh…
    Kumaha lamun ngadamel “fam-tree”? Sigana cukup informative, ti ngawitan : Uyut Fakih, uyut Iyoh etc? Termasuk data pernikahan (punten ah, ujang mah masih kozong, meureum)….. Aki Asgar,….. penghujung taun 2008

  3. salam keluarga dari kami…silakan akses kami.mungkin akan ada yang anda kenal salah satu keluarga yth di box redaksi kami/Pimred/kusumah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.